Analisis Teknikal Modern

Dalam analisis teknikal modern istilah indikator sering ditemui, tetapi apakah sebenarnya yang dimaksud dengan indikator dalam analisis teknikal? Sebuah indikator adalah sekumpulan (time series) data ( data point) yang dihasilkan dari penggunaan sebuah formula terhadapdata harga suatu sekuritas. Data harga tersebut dapat berupa kombinasi dari harga pembukaan (open), tertinggi (high), terendah (low), atau penutupan (close) dalam sebuah rentang periode. Beberapa indicator mungkin hanya menggunakan data harga penutupan saja, sedangkan yang lain juga menggunakan volume atau harga pembukaan dalam formulanya.
Sebagai contoh, rata-rata harga dari tiga harga penutupan adalah sebuah poin data {(20+25+30) / 3 = 25)}. Namun angka 25 sebagai satu buah poin data tidak akan berarti jika tidak diikuti rangkaian data poin lainnya dalam suatu periode tersebut. Rankaian poin data yang dihasilkan dalam rentang periode dibutuhkan untuk menghasilkan sebuah refensi yang valid dalam sebuah analisis. Dengan dihasilkannya rangkaian poin data maka dapat dibandingkan antara kondisi terkini dengan yang telah lampau. Untuk tujuan analisis biasanya indicator disajikan dalam sebuah bentuk grafik harga saham yang bersangkutan. Namun tidak jarang indicator langsung dilekatkan dengan grafik harga saham bersangkutan agar didapatkan perbandingan secara langsung.
Sebuah indicator menawarkan sebuah perspektif yang berbeda-beda dari cara menganalisis sebuah pergerakan harga saham. Dari yang sederhana seperti moving average yang menawarkan interprestasi yang relative mudah dipahami dari formula yang juga sederhana samapai seperti stochastic yang dihasilkan dari formula yang lebih rumit dan memerlukan pemahaman yang lebuh dalam menginterprestasikan informasi yang dihasilkan. Berdasarkan kompleksitas dari formula yang digunakan, indicator dapat menyajikan perspektif yang unik dalam menilai aksi pergerakan harga. Secara umum indicator memiliki tiga fungsi utama,yaitu untuk memberikan peringatan (alert), konfirmasi (confirm), dan prediksi (predict). Fungsi peringatan misalnya dapat digunakan untuk mengawasi akan terjadinya penembusan pada garis support/resisten. Indikator kerap digunakan sebagai alat bantu konfirmasi perangkat analisis tekinikal lainnya, misalnya ditemukan adanya suatu penembusan maka dapat dikonfirmasikan dengan menggunakan perpotongan (crossover) antara dua garis moving average. Kerap sinyal yang diberikan oleh indicator sanga jelas, namun perlu waspada. Misalnya menemui sebuah grafik dimana indicator yang digunakan sekilas memberikan sinyal beli, tetapi tampilan dari aksi pergerakan harga itu sendiri membentuk sebuah pola descending triangle dengan rangkaian harga yang terus menurun, namun bisa jadi sinyal yang diberikan oleh indicator yang digunakan salah. Sebagaimana biasanya dalam analisis teknikal, keterampilan membaca indicator lebih cenderung sebagai seni (art) dibandingkan sebagai sesuatu yang ilmiah (science). Suatu indicator yang sangat baik ketika digunakan untuk menganalisis grafik saham ASII bisa jadi tidak applicable untuk grafik saham GGRM. Oleh karena itu keahlian dalam membaca sinyal yang diberikan oleh indicator perlu dibangun dalam suatu proses pembelajaran dan analisis yang ekstensif.
Secara umum biasanya indicator dikelompokkan menjadi:
• Trend following indicator, yaitu indicator yang mengikuti kecendrungan pergerakan harga saham. Contohnya Moving Average Divergence Convergence (MACD), Moving Average, Directional Movement System, Accumulation/ Ditribution, On Balance Volume, dan lain-lain.
• Oscillator Indicators, yaitu indicator yang mengindentifikasikan titik-titik balik yang dapat terjadi pada suatu saham. Contohnya Stochastic Oscillator, Williams %R, Rate of Change dan lain-lain.
• Miscellaneous Indikators, indikator yang memberikan indikasi-indikasi khusus mengenai psikologi massa, misalnya Advance/Decline Index, Bullish Consensus, New Low Index.
Trend Following Indikator terkadang disebut juga dengan lagging indicator adalah indicator yang tepat digunakan pada sebuah trend yang bergerak naik atau turun. Indikator ini memang didesain sedemikian rupa sebagai pemandu bagi trader atau investor bermain dalam suatu trend tersebut. Oleh karena itu indicator yang tergolong dalam jenis ini relative kurang cocok untuk digunakan dalam trend mendatar (sideways). Kelebihan dari indicator ini adalah mudah dalam penggunaan dan interprestasi serta kemampuan untuk menangkap pergerakan dan tetap untuk berada dalam pergerakan tersebut, sedangkan kekurangan yang terkandung dalam indicator ini adalah tidak efektif apabila berada dalam sebuah trading range datar/menyamping. Berikut ini gambaran tentang kelebihan dan kekurangan dari indikator yang termasuk Trend Following Indikator.

Salah satu jenis indikator lagging (menyusul) yaitu Exponential Moving Average (EMA), EMA adalah salah satu indikator yang sangat popular dan relative lebih mudah untuk digunakan. Dengan menggunakan rata-rata dari harga, EMA memperhalus rangkaian data harga pada grafik dan memudahkan untuk mengindentifikasi trend. EMA mengurangi efek lagging (menyusul) dengan cara memberikan pembebanan (weighting) kepada harga terkini (recent price) terhadap harga masa lalu (older price). Hal tersebut akan berakibat EMA bergerak lebih cepat dibanding Simple Moving Average(SMA). Adapun formula yang digunakan untuk menghasilkan EMA adalah sebagai berikut:
X = [K x [C –P ]] + P
Dimana: X = EMA
C = Current Price
P = EMA periode sebelumnya
K = Smoothing constant
Sedangkan formula untuk smoothing constant adalah:
K = 2/ ( 1 + N )
N = basic periode EMA yang digunakan
Berikut contoh menghitung Smoothing constans dari EMA dengan basis 10, dimana hasilnya adalah 0.01818.
K = 2 / ( 1 + 10 )
K = 2 / 11
K = 0.01818
Pada penggunaan formula EMA, terlebih dahulu mencari P dengan menggunakan formula SMA sebagai basis periode dimana selanjutnya menggunakan formula EMA. Setelah itu baru menghitung ( C – P ), untuk kemudian dikalikan dengan K dan hasilnya ditambah dengan C. Untuk lebih jelasnya formula tersebut penulis akan menggunakan rangkaian data berikut:

Moving Average Convergen Divergen atau lebih dikenal dengan MACD adalah salah satu indikator yang relative sederhana serta memiliki tingkat realibilitas yang baik. Awalnya MACD digunakan oleh Gerald Appel sebagai alat bantu dalam menganalisis perubahan arah trend dan siklus harian hingga mingguan. MACD menggunakan dua Exponential Moving Average (EMA) untuk mengindikasikan kondisi overbought atau oversold yang berfluktuatif diatas dan dibawah garis nol (zero line). Pada MACD tidak terdapat angka batasan secara absolut seperti pada Stockhastic Oscillator yang biasanya menggunakan batas 30 – 70.
MACD standar terdiri dari dua garis. Garis pertama atau dikenal dengan MACD line, adalah hasil selisih dari dua buah EMA yaitu EMA 12 dan EMA 26. Garis ini biasanya disajikan dengan garis yang lebih tebal. Garis pendampingnya adalah pemicu atau trigger line. Garis ini adalah garis EMA 9 dan biasanya disajikan dengan garis yang lebih tipis atau putus-putus. Karena MACD line berasal dari selisih dua EMA, maka akan terdapat dua kemungkinan hasil yaitu positif dan negatif. Positif berarti indikasi terjadinya bullish, negatif indikasi terjadinya bearish.
Seperti layaknya moving average, MACD juga biasanya digunakan untuk mengidentifikasi sinyal jual dan beli dan perubahan trend. Sinyal jual diindikasikan saat MACD line bergerak memotong dari atas ke bawah slow line (Dead Cross), dan sebaliknya untuk sinyal beli diindikasikan saat MACD line bergerak memotong dari atas ke bawah slow line (Golden Cross). Berikut ini gambaran tentang sinyal jual dan beli dari MACD dan penulis juga menyertakan cara perhitungan manualnya:

Sedangkan yang termasuk oscillator indikator (Leading Indikator) yaitu Stochastic Oscillator. Indikator ini dikembangkan oleh George C. Lane pada akhir 1950-an, alat analisis ini merupakan salah satu momentum oscillator yang menunjukkan posisi closing saat ini (current) secara relatif terhadap range transaksi dalam periode tertentu.
Closing level yang konsisten berada pada kondisi puncak (peak) merupakan indikasi terjadinya accumulation (buying pressure). Sebaliknya, closing level yang konsisten berada pada bottom, mengindikasikan terjadinya distribution (selling pressure).
Analisis Stochastic Oscillator terdiri dari dua buah garis, yaitu garis %K dan garis %D. %K adalah garis yang menggambarkan posisi relatif, serta harga closing terhadap range harga tertinggi dan terendah dalam periode pengamatan. Sedangkan %D merupakan trigger line yang tidak lain merupakan rata-rata bergerak sederhana (simple moving average) dari %K.
Nilai maksimal %D dan %K pada stochastic adalah 100, sementara nilai minimalnya adalah 0. Dengan nilai yang konstan seperti ini, maka jelas bahwa fungsi utama dari stochastic oscillator adalah sama saja dengan Relative Strenght Index (RSI) atau indikator oscillator lain, yaitu untuk mendeteksi kondisi overbought dan oversold. Nilai %K dapat dihitung menggunakan formulasi dibawah ini:
%K = 100 x (recent close – Lowest low / (highhest high – lowest low))
Sedangkan cara perhitungan %D (trigger line) adalah dengan menghitung rata-rata dari %K dalam periode tertentu.
Ada beberapa cara untuk menentukan sinyal jual dan beli melalui indikator stochastic oscillator, diantaranya yaitu:
1. Membeli ketika oscillator, garis %K garis %D, turun dibawah tingkat tertentu (misalnya, 20) dan kemudian naik ke atas tingkat tersebut. Menjual ketika oscillator naik ke atas tingkat tertentu (misal, 80) dan kemudian turun dibawah tingkat tersebut.
2. Membeli ketika garis %K naik keatas garis %D dan menjual ketika garis %K turun dibawah garis %D.
3. Melihat penyimpangan; sebagai contoh, ketika harga membuat rangkaian harga tertinggi baru sementara stochastic oscillator gagal melampaui nilai-nilai sebelumnya.
Berikut ini gambaran tentang sinyal jual dan beli dari stochastic oscillator, penulis juga menyertakan cara perhitungannya.

Fibonacci Studies pertama kali dikenalkan oleh Leonardo Fibonacci, beliau adalah ilmuwan matematika yang lahir di Itali pada sekitar tahun 1170. Fibonacci menemukan bilangan, yang sekarang dikenal dengan bilangan fibonacci, ketika mempelajari piramida Gizeh di Mesir.
Bilangan fibonacci adalah rangkaian bilangan dimana setiap bilangan selanjutnya adalah jumlah dari dua bilangan sebelumnya, yaitu:
1,1,2,3,5,8,13,21,34,55,89,144,233, dan seterusnya.
Rangkaian bilangan ini mempunyai beberapa hubungan yang menarik, misalnya setiap bilangan selanjutnya mendekati 1,618 kali bilangan sebelumnya dan setiap bilangan sebelumnya mendekati 0,618 kali bilangan selanjutnya. Ada empat studi fibonacci yang populer, yaitu: arcs, fans, retracements, dan time zones. Penjelasan dari empat studi ini menyangkut antisipasi perubahan tren sementara harga mendekati garis-garis yang diciptakan oleh studi-studi fibonacci. Dalam melakukan aksi jual dan beli saham, terlebih dahulu penulis melakukan analisis dengan menerapkan studi-studi fibonacci retracements dan fibonacci fans, karena menurut penulis sinyal-sinyal yang dihasilkan cukup efektif, penerapannya seperti gambar dibawah ini.

2 Responses to “Analisis Teknikal Modern”

  1. fauzi Says:

    mau tanya rekomendasi buku analisis teknikal nama pengarang nya syp ya??
    dapat di beli dmn??
    di pocin ada ga???

  2. ika Says:

    makasi ya artikel ini membantu saya menyelesaikan tugas kuliah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: