Analisis Teknikal Classic

Dalam analisis teknikal classic yang perlu diperhatikan dan dipelajari yaitu mengenai pola-pola grafik, dimana pergerakan harga saham diidentifikasi dengan pola-pola grafik tertentu. Pola grafik tersebut terbagi menjadi dua yaitu reversal pattern (pembalikan) dan continuation pattern (lanjutan). Adapun pola-pola yang terbentuk dalam reversal pattern (pembalikan) yaitu:

  • Head & Shoulder

Head & shoulder adalah salah satu pola reversal yang sangat popular, disamping keakuratan sinyal yang dapat diandalkan, dan juga sesuai namanya terbentuk dari pergerakan yang menyerupai sepasang bahu dan kepala yang menghadap ke atas. Yang perlu diperhatikan dalam mengindentifikasi head & shoulder yaitu terjadi dalam trend yg sedang naik/uptrend. Berikut ini gambar ilustrasinya:

Sedangkan Inverted head & shoulder yaitu kebalikan dari pola Head & shoulder, polanya/bentuknya sama saja dengan Head & shoulder hanya saja Head & shoulder mengindifikasikan penurunan maka Inverted head & shoulder mengindikasikan kenaikan (bullish), dan terjadi dalam trend yang sedang turun/downtrend. Berikut ini gambar ilustrasinya:

  • Double Top

Double top adalah salah satu pola reversal yang relative mudah dikenali karena sering terjadi dan bentuk polanya yang menyerupai huruf M. Bila terjadi pola ini maka indikasi yang diberikan adalah akan terjadi penurunan (bearish). Ketentuan-ketentuan dari double top banyak memiliki persamaan dengan head & shoulder, hal ini dikarenakan double top tidak lain adalah penyederhanaan dari head & shoulder. Bedanya double top tidak memilki head. Berikut ini gambar

  • Double Bottom

Sama halnya dengan head & shoulder, double top juga memiliki kebalikannya yaitu double bottom dimana segala ketentuannya sama saja dengan double top, hanya saja terbalik. Double bottom menunjukkan indikasi adanya kenaikan (bullish). Dalam mengindikasikan kemungkinan terjadinya pola double bottom, pastikan bahwa adanya trend menurun yang signifikan dalam beberapa bulan. Berikut ini gambar ilustrasinya:

  • Triple Top

Tiga puncak pergerakan harga yang sebaliknya sama tinggi adalah fokus utama pada pola ini. Pola triple top seperti pola-pola sebelumnya juga merupakan pola yang cukup akurat dalam memberikan sinyal akan terjadinya penurunan (bearish). Ketentuan yang berlaku pada pola ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan double top, karena hanya ditambahkan 1 head atau puncak lagi. Hal ini menyebabkan pola ini sangat jarang ditemui dan biasanya terbentuk dalam jangka waktu yang relative panjang (1-6 bulan). Target price didapatkan dengan mengambil jarak antara head dengan garis neckline-nya. Sama halnya dengan double top, triple top juga mempunyai kebalikannya yaitu triple bottom.

  • Rounding Bottom

Pola berikut ini walaupun agak jarang muncul namun sinyal yang diberikannya cukup akurat bagi para chartist. Rounding bottom atau dikenal juga dengan Saucer bottom adalah pola yang berupa cekungan/lembah yang cukup dalam yang apabila disatukan dengan garis resistennya maka mirip dengan sebuah mangkuk. Pola ini biasanya terbentuk dari pergerakan harga saham yang datar kemudian bergerak turun. Rounding bottom mencerminkan periode dari bearish ke bullish, dengan kata lain rounding bottom memberikan sinyal akan terjadi kenaikan (bullish). Dalam mengindikasikan pola ini harus terlihat bahwa akan ada kecendrungan terbentuknya pola yang menurun. Rounding bottom termasuk dalam pola long-therm yang terbentuk dalam hitungan beberapa minggu hingga bulanan. Tidak seperti pada pola reversal lainnya, lembah yang terbentuk oleh Rounding bottom tidak harus lembah yang terendah dari sebelumnya. Perjalanan terbentuknya pola ini akan mungkin banyak terjadi fluktuasi kecil namun tetap pada pola utamanya. Berikut ini gambar ilustrasinya:

Sedangkan pola-pola yang terbentuk dalam continuation pattern yaitu:

  • Flag

Sesuai dengan namanya pola Flag berbentuk seperti sebuah bendera lengkap dengan tiangnya. Pola flag terbentuk dalam pergerakan harga yang bergerak cepat yang biasanya secara bertahap naik/turun. Flag biasanya berlangsung cukup singkat selama beberapa hari hingga beberapa minggu (biasanya tidak lebih dari 3 minggu). Pola pergerakan harga pada flag, harga mengalami kenaikan/penurunan yang relative cukup signifikan (flagpole) lalu bergerak kearah samping dalam suatu trading range (bendera), kemudian harga bergerak kembali melanjutkan pergerakan trend sebelumnya. Berikut ini gambar ilustrasinya:


  • Pennants

Pola pennants bentuknya tidak jauh berbeda dengan pola flag, bedanya hanya terletak pada bentuk ujungnya saja, kalau flag berbentuk segiempat sedangkan pennants tampak seperti segitiga simetris atau dua garis yang ujungnya menyempit. Pola pennants ini memiliki cirri-ciri yang sama dengan pola flag baik dari waktu yang diperlukan untuk pola tersebut terjadi secara sempurna sampai dengan karakteristik serta mengukur target pergerakan harga pada saat terjadi penembusan. Pola ini relative cukup sering terjadi baik pada trend naik atau turun. Berikut ini gambar ilustrasinya:

  • Triangle

Pola dasar triangle adalah terbentuk dari dua garis yang ujungnya saling menyempit atau konvergen. Polanya sangat mirip dengan pennant, tapi triangle tidak menggunakan tiang (pole) sebagai target price. Pola triangle memiliki waktu yang lebih fleksibel (1 hingga 3 bulan), jika kurang dari 3 minggu maka cenderung diidenfikasikan sebagai pennants. Sedangkan dari pergerakan volume, normalnya adalah terjadi penurunan sepanjang pembentukan pola dan adanya ekspansi volume yang cukup signifikan mendukung saat terjadinya penembusan pola. Pola triangle yang terbentuk ada dua, yaitu ascending triangle dan descending triangle. Berikut ini gambar ilustrasinya:

descending triangle

  • Wedge

Pola wedge sangat mirip dengan pola triangle, perbedaannya terletak pada kemiringannya. Pola wedge ini terbagi menjadi dua jenis yaitu falling wedge dan rising wedge. Apabila yang terbentuk adalah falling wedge maka indikasi yang diberikan adalah terjadi pergerakan bullish pada saat harga saham sedang bergerak dalam suatu trend naik dan sebaliknya untuk pola rising wedge. Antara triangle dan wedge keduanya memiliki karakteristik yang sama, selama pembentukan pola volume yang bergerak menurun dan mulai menunjukkan pergerakan naik pada saat penembusan dan semakin besar saat penembusan terjadi. Waktu yang diperlukan relative sama dengan pola flag dan pennants. Tidak ada cara khusus untuk mengukur target price, namun cara-cara yang ada dari pola yang lainnya dapat diterapkan misal cara mengukur target price pada pola triangle. Berikut ini gambar ilustrasinya:

raising wedge

4 Responses to “Analisis Teknikal Classic”

  1. Disfian Oni Rahmad Says:

    Sangat2 memberi pencerahan…thax info2nya…trus posting bos…

  2. Immanuel Santoso Says:

    Sangat baik…sangat mencerahkan….jgn ragu2 untuk memposting terus bos…

  3. shanty Says:

    sangat menambah pengetahuan…
    jgn bosen2 membagi ilmu!!

  4. Alchem1st Says:

    Saluut Bos…atas pencerahannya… semoga tidak pernah bosan…thanx alot

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: