Dalam sebuah buku karangan William J. O’Neill yang berjudul How to Make Money in Stock, menjelaskan tentang sebuah metode yang dikenal dengan nama “CAN SLIM”. Suatu metode yang telah terbukti dengan rumusan tertentu untuk menghasilkan keuntungan melalui bursa saham, metode tersebut merupakan suatu cara untuk menentukan keputusan bertransaksi (jual atau beli saham), yang berdasarkan dari analisis ekstensif terhadap saham-saham unggulan yang berpredikat baik dan menghasikan gain setiap tahun. Dalam metode Can Slim mempunyai arti dan rumusan setiap huruf-hurufnya yang mewakili 7 karakter. Ini adalah deskripsi pengertian dari huruf-huruf CAN SLIM:
C : Current Quarterly Earning per Share (EPS)
A : Annual Earnings Increases
N : New Product, New Management, New Highs
S : Supply and Demand
L : Leader or Laggard
I : Institutional Sponsorship
M : Market Direction
* C = Current Quarterly Earning per Share (EPS)
Semakin tinggi Earning per Share (EPS) semakin bagus untuk dikoleksi saham tersebut, EPS adalah laba per lembar saham yang dihitung dengan membagi total laba perusahaan yang sudah dikurangi pajak (net profit) dengan jumlah saham yang diedarkan oleh perusahaan tersebut.
EPS = Net profit / Shares outstanding
Untuk melakukan analisis ini, carilah saham yang menunjukkan peningkatan persentase laba triwulan yang besar pada tahun ini jika dibandingkan dengan triwulan sama pada tahun sebelumnya, minimal peningkatan laba triwulannya 25% dari triwulan tahun sebelumnya.
* A = Annual Earnings Increases
Perusahaan yang pertumbuhannya signifikan menunjukkan bahwa tingkat laba per lembar saham (EPS) meningkat pula setiap tahunnya selama 3 tahun terakhir. Pertumbuhan yang besar selama tahun-tahun sebelumnya mesti diikuti dengan kuatnya laba tahun ini (curent earning) dalam triwulan terakhir. Kombinasi kedua faktor itu sangat besar manfaatnya, dibandingkan dengan manfaat masing-masing faktor secara terpisah, karena kombinasi tersebut membentuk suatu saham unggulan atau setidaknya, saham yang peluang suksesnya lebih tinggi.
* N = New Product, New Management, New Highs
Pembaruan dalam sebuah perusahaan dapat meningkatkan atau mengurangi nilai sebuah perusahaan itu, dengan pembaruan tersebut maka akan berpengaruh pada harga sahamnya di bursa. Pembaruan tersebut dapat berupa manajemen baru, gagasan baru, atau setidaknya langkah-langkah baru yang besar. Kondisi industri yang baru seperti kelangkaan, peningkatan harga atau teknologi revolusioner, misalnya dapat mempengaruhi saham dalam suatu kelompok industri secara positif. Pembaruan melalui produk, jasa atau manajemen baru yang penjualannya meningkat pesat, sehingga tingkat labanya meningkat hingga di atas peningkatan sebelumnya.
* S = Supply and Demand
Hukum permintaan dan penawaran sangat menentukan harga bagi hampir semua produk dan jasa dalam kehidupan sehari-hari. Hukum yang sama ini juga berlaku dalam bursa saham. Cara terbaik untuk mengukur penawaran dan permintaan adalah dengan mengamati volume yang menyertai tidak menimbulkan tekanan jual. Jika harga sahamnya naik secara signifikan, diharapkan volumenya meningkat, yang mengindikasikan telah terjadi pembelian institusional atau pembelian besar. Dalam banyak kasus, jika pembelian jenis ini terjadi maka volume perdagangan seharusnya 50%-100% di atas normal dalam waktu lebih dari sehari, menunjukkan suatu pembelian yang solid dan kemungkinan harga sahamnya terus meningkat.
* L = Leader or Laggard
Perusahaan yang berada dalam kategori “dua atau tiga terbaik” mampu menunjukkan pertumbuhan yang mengagumkan, sementara perusahaan lainnya sulit mengejar untuk merebut posisi itu. Karena itu, kita harus membeli perusahaan yang bagus, dan menjadi pemimpin dalam industrinya. Jabatan “pemimpin pasar nomor satu” belum tentu dipegang oleh perusahaan yang terbesar, atau yang punya merek terkenal, tetapi dipegang oleh perusahaan terbaik dalam ukuran: tingkat pertumbuhan triwulan laba per lembar saham, tingkat return on equity (ROE), marjin laba, tingkat pertumbuhan penjualan, dan fluktuasi harga sahamnya di bursa.
* I = Institusional sponsorship
Agar harga terdorong naik, diperlukan permintaaan dalam jumlah besar dan sumber dana besar bagi permintaan itu berasal dari sponsorship institusional. Contohnya seperti broker saham, institusi investasi, institusi dana pensiun, perusahaan asuransi, atau hedge fund yang punya banyak lembar saham dalam aktivitas bursa sehari-hari. Merupakan hal yang penting untuk mengetahui institusi mana saja yang memiliki saham tersebut dan juga perlu diperhatikan apakah sponsor tersebut makin banyak atau berkurang.
* M = Market Direction
Meskipun telah benar-benar mengikuti petunjuk yang dibahas sebelumnya, tetapi jika salah dalam menilai pasar, maka bisa saja mengalami kerugian dalam berinvestasi. Oleh karena itu, cara terbaik untuk menganalisa situasi bursa secara benar, harus dilakukan dengan mengikuti perkembangan bursa, membuat interpretasi, dan memahami apa yang dilakukan oleh rata-rata bursa setiap harinya. Dengan mempelajari beberapa hal seperti menginterpretasi indeks harian, pergerakan harga dan volume perdagangan serta langkah-langkah responsive saham-saham unggulan, diharapkan dapat mengurangi risiko dalam investasi.
